Koleksi Lighter Kosong!


Sebagai perokok kelas kakap, saya tentu sering membeli lighter (pemantik/ korek api). Lucunya, intensitas saya membeli lighter itu kadang-kadang hampir sama dengan membeli rokok. Bukan karena isi gas dalam lighter itu telah habis, melainkan lebih dikarenakan faktor kehilangan.

Kasusnya ada-ada saja.  Selain karena rusak, ketinggalan atau lupa menagih kembali setelah dipinjam, fenomena kehilangan lighter yang lebih sering menimpa saya adalah karena kebiasaan curi-mencuri (baik dilakukan secara sadar atau tidak) antar sesama perokok.

Para pecinta rokok pastinya sudah tidak akan asing lagi dengan sebutan “curanrek” (pencurian korek), sebuah istilah satire yang diambil dari kata curanmor (pencurian kendaraan bermotor). Uniknya, fenomena ini tampak telah menjadi tren pencurian paling lumrah. Alih-alih akan marah, orang yang menjadi korban pencurian lighter biasanya malah tertawa terbahak-bahak saat memergoki kawannya melakukan curanrek. “Hayoooh, loe mau cukipap korek gue yah! Hahaha,” paling tidak, hanya seperti itu komentarnya.

Sejauh pengamatan saya, curanrek memang sudah lama menjadi tindak kejahatan yang paling mudah ditolerir. Kasus ini bisa saja terjadi di dalam rumah, tempat kost, cafe, kampus, kantor kelurahan, bahkan mungkin di lingkungan kantor polisi. Pelakunya pun terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga anak muda, orang kaya hingga miskin, laki-laki atau perempuan.

Sebagai salah satu orang yang sering menjadi korban, atau terkadang (tanpa sengaja) juga menjadi pelaku curanrek, saya merasa cukup tertantang untuk dapat mengoleksi lighter sampai isinya benar-benar habis. Sejak sekitar dua bulan yang lalu, saya telah sukses mengumpulkan sebanyak enam buah lighter kosong.

Lantas, dimana letak tantangannya? Membeli lighter merupakan perkara yang sangat mudah. Selain harganya murah, penjualnya pun ada dimana-mana. Masalah yang paling sulit dilalui adalah ketika kita dapat menjaga dengan apik benda berukuran mungil ini hingga cairan di dalamnya terkuras habis.

Yang jelas, untuk saya mengoleksi lighter kosong ini memiliki sensasi cukup seru tersendiri. Satu lagi yang perlu diingat, curanrek terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena sudah kebiasaan. Waspadalah, waspadalah.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s