Cerita Cinta ‘Alam Maya’


Ditulis secara khusus sebagai ucapan selamat ulang tahun, buat pacar saya tercinta Rieta Marlianti

via ehow.com

via ehow.com

Ada masa dimana kita rindu untuk kembali membuka album, eh salah, maksudnya folder dokumentasi foto masa lalu. Karena jarang ditata dengan rapi, di komputer saya, file-file tersebut memang seringkali tercecer dan terlihat berantakan.

Selain sambil merapikan file dan folder yang semrawut itu, melihat dokumen masa lalu terkadang berguna juga untuk mengetahui, “Sejauh mana sih target kehidupan yang telah kita capai?”, atau mungkin “Apa ada peningkatan dari masa ke masa?”.

Ya, aktivitas itu adalah sebagian dari rutinitas yang kadang saya lakukan kalau lagi suntuk. Hehehe!

*

“Cinta” dan “irasionalitas”. Buat sebagian pujangga, kedua kata tersebut seringkali terpadu untuk dirangkai dalam sebuah makna. Jujur saja, dengan segala kerumitannya itu, saya sebenarnya kurang suka bicara masalah cinta. Tapi khusus untuk kali ini, mungkin tak apa.

Ceritanya, saya dan sang pacar bertemu melalui friendster, situs jejaring sosial pertama yang didirikan pada tahun 2002. Gak pernah terbayang sedikitpun bahwa alam dunia maya ini bisa membawa efek yang sangat besar bagi kehidupan saya di kemudian hari.

Setelah berteman melalui friendster, kami seringkali bertukar kirim testimonial satu sama lain. Melalui media itu juga, saya dan dia bertukar nomor telepon, hingga akhirnya melanjutkan komunikasi melalui SMS dan telepon. Saya masih ingat betul, tujuh tahun lalu, foto inilah yang pertama kali saya lihat terpampang di profilnya (harap dimaklum kalau masih alay):

Jadul

Jadul.*

Tidak menunggu lama setelah proses perkenalan berlangsung, sekitar bulan November 2006, kami memutuskan untuk kopi darat di Braga City Walk. Kebetulan, saat itu dia sedang mengikuti acara dance competition (kebetulan juga waktu itu timnya menang juara pertama)Singkat cerita, pada hari Sabtu, 16 Desember 2006, akhirnya kami memutuskan untuk meningkatkan status kedalam taraf pacaran.

Meski proses perkenalan hingga ‘penembakan’ berlangsung dengan sangat cepat, namun tidak demikian dengan nasib hubungan kami. Terbukti, meski saat ini situs jejaring sosial Friendster kini telah gulung tikar (mengalihkan diri menjadi situs permainan sosial), saya dan dia masih tetap berstatus pacaran.

*

Alam maya kini telah bermetamorfosa dalam kisah nyata, yang membentuk banyak cerita didalamnya. Asal kau tahu, kau adalah satu-satunya perempuan yang pernah jadi pacar aku, dari zaman rambutku botak – gondrong – sampai botak lagi:

Zaman botak,

Zaman botak, Januari 2009.*

Zaman gondrong, Januari 2011.*

Zaman gondrong, Januari 2011.*

Botak lagi.*

Botak lagi.*

Namun dibalik semua itu, tentu sudah banyak cerita lain yang tersimpan rapi menghiasi hari-hari kau, sebelum kita saling kenal. Dengan atau tanpa aku, semua pengalaman yang pernah kau lewati itu tentu telah menjadi sosok guru yang paling berharga untuk kehidupanmu. Semoga makin banyak hal bermanfaat yang bisa kau lakukan saat usiamu menginjak angka 24, hari ini.

Terima kasih karena kau telah sedia mengukir banyak cerita untukku di beberapa tahun kehidupanmu. Selamat bertambah umur, Neng Rieta!***

Bandung, 5 Mei 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s