Membidik Para Pembidik!

Pria berbaju oranye dengan jaket hitam pada foto di atas, bukanlah seorang dokter tulang yang tengah memberi nasihat pasiennya. Seperti yang Anda lihat, kedua tangannya memang tengah menggenggam selembar foto rontgen. Tapi, keperluannya tak lain adalah untuk mengintip fenomena gerhana matahari yang tampak secara parsial dari jantung Ibu Kota. Pagi itu, Rabu 9 Maret 2016,…

Terpaksa Pakai BlackBerry

Sejak pertama kali produk ini booming & jadi pasaran di Indonesia (kalau gak salah sekitar tahun 2008-an), Β saya bukan termasuk orang yang ngebet ingin punya BlackBerry. Lebih jauh lagi, mungkin saya termasuk salah satu orang yang agak benci melihat gadget ini. Alasannya simple. Saat banyak orang mulai punya BlackBerry, saat itu juga,makin banyak teman saya…

Bahasa: Menyoal Bulu dan Rambut

“Besok dokter hewan mau kesini, disuruh nyuntik Si Liu. Kasihan, bulunya rontok terus,” kurang lebih demikian yang dikatakan mama pada saya belum lama ini. Besoknya, sang dokter hewan tersebut pun datang ke rumah. Kepada mama dan saya, ia menjelaskan tentang penyebab terjadinya kerontokan tersebut. Lagi-lagi, dokter hewan itu juga menggunakan istilah ‘bulu’ untuk menunjukan rambut…

Mata Air v.s. Mata Pencaharian

Belakangan, kita mungkin sudah tidak asing lagi mendengar keluhan tentang kelangkaan air bersih di kota-kota besar. Bagaimana tidak, seiring dengan makin padatnya populasi penduduk di kawasan perkotaan, otomatis kuantitas kebutuhan terhadap sumber air bersih pun meningkat. Namun, apakah Anda juga tahu bahwa kini kelangkaan air bersih pun mulai mengancam kawasaan desa yang lokasinya berdekatan dengan…

Koleksi Lighter Kosong!

Sebagai perokok kelas kakap, saya tentu sering membeli lighter (pemantik/ korek api). Lucunya, intensitas saya membeli lighter itu kadang-kadang hampir sama dengan membeli rokok. Bukan karena isi gas dalam lighter itu telah habis, melainkan lebih dikarenakan faktor kehilangan. Kasusnya ada-ada saja. Β Selain karena rusak, ketinggalan atau lupa menagih kembali setelahΒ dipinjam, fenomena kehilangan lighter yang lebih…

Parade Kesurupan Kuda Lumping

Pagelaran seni kuda lumping.* Mata dua orang pemeran melotot sambil berjalan merangkak layaknya seekor kuda. Tatapan matanya yang kosong, jelas menyiratkan bahwa ia sedang tidak sadarkan diri. Dibawah teriknya sinar matahari siang itu, mereka tetap asyik menari mengiringi irama tabuhan gendang. Sesekali, salah satu pemeran dari kelompok yang menamakan diri sebagai Seni Reak Pusaka Sunda…